Vote Komodo dan NASIONALISME KOMERSIALISME


Beberapa hari ini kodomo eh komodo menjadi sangat terkenal mengalahkan berita si Udin bahkan sebelumnya berita jebakan betmen para content provider kalah sama yang namanya komodo. Banyak orang di twitter, facebook, maupun di iklan menyerukan 'VOTE KODOMO KOMODO' untuk jadi Keajaiban Dunia Baru di New 7 Wonders of Nature.

Padahal dulu menteri pariwisata Jero Wacik udah menyatakan keluar dari acara itu karena ujung-ujungnya duit. Eh selang beberapa hari dan haripun berganti menjadi minggu, dan minggu menjadi bulan kok malah Jusuf Kalla muncul promosiin komodo dengan jargonnya :

“Jika Komodo jadi keajaiban dunia, maka NTT akan terkenal sebagai tujuan wisata dunia yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat. Jika biasanya setahun 40 ribu orang, mungkin nanti bisa sejuta orang turis yang datang.” kata Jusuf Kalla yang juga merupakan mantan Wakil Presiden Indonesia."
Coba deh lihat gue searching di mbah google mengenai taman nasional komodo dan ternyata disana itu para pengunjung wisatawan (turis) yang mau lihat komodo saja dibatasin. Kenapa ini malah ingin sejuta orang datang lihat komodo apa gak takut tuh komodonya? Komodo perlu makan di alam liar kalau banyak orang yang mengunjungi terus komodo mogok makan lalu mati? Siapa yang bakal tangung jawab?

Sekarang banyak yang nyuruh vote komodo dengan membawa-bawa kata 'NASIONALISME'. Apa sudah pada ngerti arti kata 'NASIONALISME' kok gampangnya mengumbar kata 'NASIONALISME'?

Seperti yang gue kutip dari Wikipedia, Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Nah jika Identitas komodo sebagai hewan langka punya Indonesia terus akhirnya punah akibat yang udah gue paparkan sebelumnya, lalu mau dikemanakan nasionalisme itu?

Kemudian dengan vote komodo yang cuman Rp. 1, apa semurah itu harga nasionalisme kita? Ketika JK menyuruh 30 juta rakyat Indonesia untuk vote komodo sama halnya kita setor duit Rp. 30.000.000 ke acara yang sama sekali tidak berafiliasi dengan UNESCO. Udah jelas-jelas UNESCO ngomong gini "UNESCO confirms that it is not involved in the "New 7 wonders of the world" campaign" kalau seperti itu bukan NASIONALISME lagi tapi KOMERSIALISME.

Ini hanya hipotesa gue saja toh sekarang kembali ke pribadi masing-masing terserah mau vote komodo atau vote gue jadi new 7 wonders biar jadi makhluk yang dilindungi sama Indonesia yang penting WANI PIRO...

3 komentar:

kevin mengatakan...

Sebenarnya niat JK itu baik tapi JK itu gak tahu seluk beluk new7wonders :hammer

Anonim mengatakan...

Bisa di artikan nasionalisme yang digadaikan demi sebuah komersialisme

wkwkwkwkwk

Ayuyu mengatakan...

" kalau banyak orang yang mengunjungi terus komodo mogok makan lalu mati? "

setauku sih komodo itu berbahaya, makanya wisatawan dilarang mendekat

Posting Komentar

Visitors

Banner