Ujian Akhir Semester Manajemen Pemasaran

Wahyu Diah Nurcahyo
833515382

1.  1. Jelaskan pengertian saluran distribusi dan strategi distribusi intensif, ekslusif, selektif beserta kelebihan dan kekurangannya! 
      Jawab :
Saluran distribusi adalah jaringan organisasi yang melakukan tugas fungsi yang menghubungkan produsen dengan pengguna akhir. Saluran distribusi terdiri dari berbagai lembaga atau badan yang saling tergantung dan saling berhubungan, yang berfungsi sebagai suatu sistem atau jaringan.
1. Strategi Distribusi Intensif
Distribusi intensif adalah strategi distribusi yang menempatkan produk dagangannya pada banyak retailer atau pengecer serta distributor di berbagai tempat. Tehnik ini sangat cocok digunakan untuk produk atau barang kebutuhan pokok sehari-hari yang memiliki permintaan dan tingkat konsumsi yang tinggi. Contoh seperti sembako, rokok, sikat gigi, odol, sabun, deterjen, dan lain sebagainya.
Keuntungan :
Memberikan akses yang mudah bagi pelanggan.
Kerugian :
Banyak toko tidak akan menerima beberapa produk jika konsumen tidak suka memberi produk tersebut ditempat itu.
2. Strategi Distribusi Selektif
Distribusi selektif adalah suatu metode distribusi yang menyalurkan produk barang atau jasa pada daerah pemasaran tertentu dengan memilih beberapa distributor atau pengecer saja pada suatu daerah. Di antara distributor atau pengecer akan terdapat suatu persaingan untuk merebut konsumen dengan cara, teknik dan strategi masing-masing. Contoh saluran distribusi selektif adalah produk elektronik, produk kendaraan bermotor, sepeda, pakaian, buku, dan lain sebagainya.
Keuntungan :
Distribusi yang berfokus pada toko pengecer yang memeliki permintaan akan produk tersebut dan atau dimana karyawannya memiliki pengalaman menjual produk tersebut.
Kerugian :
Karena distribusinya selektif produk tersebut tidak mudah diakses.
3. Strategi Distribusi Eksklusif
Distribusi eksklusif adalah memberikan hak distribusi suatu produk pada satu dua distributor atau pengecer saja pada suatu area daerah. barang atau jasa yang ditawarkan oleh jenis distribusi eksklusif adalah barang-barang dengan kualitas dan harga yang tinggi dengan jumlah konsumen yang terbatas. Contoh distribusi ekslusif adalah seperti showroom mobil, factory outlet, restoran waralaba, produk mlm / multi level marketing / pasif income, mini market, supermarket, hipermarket, dan lain-lain.
Kuntungan :
Produk tersebut dianggap prestisius, produsen juga menjamin bahwa toko pengecer dimana produk didistribusikan akan mampu melayani produk dengan layak.
Kerugian :
Akses produk kepada pelanggan terbatas. Alat transportasi yang digunakan untuk pendistribusian produk;

             2. Jelaskan hambatan/risiko dalam persaingan global serta kelebihan dan kekurangan        Indonesia dalam menghadapinya!
               Jawab :
          Beberapa hambatan dalam memasuki bisnis internasional yaitu:
Batasan kuota dan tarif bea masuk:
Batasan kuota dalam bisnis internasional adalah apabila ada suatu negara yang tidak memperbolehkan transfer barang dalam jumlah yang besar. Sementara tarif bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor.
Perbedaan bahasa, sosial budaya/cultural:
Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional, hal ini disebabkan karena bahasa merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun tulis.  Pengaruh sosial budaya dalam bisnis internasional contohnya: Indonesia sebagai Negara berpenduduk mayoritas Islam, pasti menolak kehadiran Perusahaan Internasional yang menjual makanan haram,  semisal babi. Selain itu dalam hal busana, Perusahaan fashion tidak akan memasarkan produk bikini dan pakaian terbuka lainnya karena tidak cocok dengan kultur masyarakat Indonesia yang berpakaian sopan dengan ciri khas busana yang tertutup.
Kondisi politik dan hukum/perundang-undangan:
Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis antar kedua Negara tersebut. Ketentuan hukum ataupun perundang-undangan yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis  internasional. Contoh: Saat demokrasi terpimpin, Indonesia cenderung berpihak pada blok timur,  sehingga kedekatan Indonesia dengan Cina dan Rusia menyebabkan renggangnya hubungan Indonesia dengan negara blok barat dalam berbagai hal termasuk perdagangan barang ke dan dari negara blok barat.
Hambatan operasional:
Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah berupa masalah operasional, antara lain:
>Transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain. Keadaan ombak besar yang mengganggu perjalanan kapal laut ataupun kondisi cuaca yang mempengaruhi lalu lintas pengiriman barang melalui udara adalah salah satu contoh masalah transportasi  penghambat kegiatan pengiriman barang sementara waktu. Keadaan dapat lebih gawat apabila barang yang dikirim adalah barang yang cepat berada dalam kondisi tidak layak semisal ikan.  Waktu pengiriman barang yang tidak sesuai terkadang membuat Negara yang dituju langsung meng-cancel pembelian produk tersebut.
> Peraturan atau kebijakan Negara lain, dalam bentuk proteksi yaitu: usaha melindungi industri-industri di dalam negeri agar tidak disaingi oleh industri-industri dari luar negeri yang masuk ke dalam negara tersebut.
Contohnya: ada proteksi atas barang-barang Cina yang berupa industri alat-alat tulis untuk tidak masuk ke dalam pasar Indonesia, sehingga Perusahaan alat-alat tulis buatan Indonesia dapat lebih laris di pasar lokal, selain itu pemerintah biasanya memberi pinjaman untuk pengembangan usaha kepada  perusahaan tersebut sehingga suatu saat dapat bersaing di pasar internasional.
> Perbedaan tingkat upah:
Dapat dicontohkan apabila ada perusahaan multinasional yang dalam perluasan usahanya ke      suatu  Negara, memberikan upah kepada karyawannya  terlalu kecil dikarenakan berbagai hal semisal kurs mata uang.

Kekurangan Indonesia dalam menghadapi hambatan dalam persaingan global :

a.    Indonesia memberikan upah kecil bagi pekerja sehingga tenaga kerja di Indonesia lebih suka bekerja di perusahaan asing
b.    Kurangnya tenaga kerja Indonesia yang menguasai bahasa asing
c.     Masyarakat Indonesia lebih suka membeli produk buatan negara lain dibandingkan produk dalam negeri karena produk dari negara lain harganya lebih murah

Kelebihan Indonesia dalam menghadapi hambatan dalam persaingan global :

a.    Indonesia kaya akan sumber daya alam
b.    Indonesia memiliki banyak tenaga kerja yang ahli dalam proses produksi barang

c.     Ekonomi kreatif mulai bermunculan di Indonesia, dan dengan adanya persaingan global maka produk buatan Indonesia akan lebih dikenal luas oleh masyarakat dunia



3.      Apakah perbedaan antara bauran promosi dan bauran pemasaran? Jelaskan dengan faktor-faktornya ! Serta bagaimana cara menentukan anggarannya? 
      Jawab :

Salah satu bagian yang terpenting di dalam Marketing Plan adalah Marketing Mix (Bauran Pemasaran). Kotler (2000), mendefinisikan bauran pemasaran sebagai kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran. Sementara menurut Marius P. Angipora (1999), bauran pemasaran adalah perangkat variabel-variabel pemasaran terkontrol yang digabungkan perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran. Jerome Mc-Carthy (2004), merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 komponen P (Product, Price, Promotion dan Place).



Bauran promosi adalah ramuan khusus dari iklan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya. Menurut Basu Swastha (1999), promotional mix adalah “Kombinasi Strategi yang paling baik dari variabel-variabel Periklanan, Personal Selling dan alat Promosi lainnya, yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan”. Kotler (2005: 264-312), mengatakan bahwa unsur bauran promosi (promotion mix) terdiri atas lima perangkat utama, yaitu:

1.    Advertising : merupakan setiap bentuk presentasi dan promosi non personal yang memerlukan biaya tentang gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor yang jelas. Bisa melalui iklan media massa yang ada, atau iklan luar ruangan seperti pemasangan billboard, spanduk dan poster.

2.    Sales Promotion: berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa. Meliputi pajangan-pajangan di sejumlah titik/lokasi penting pemasaran, bingkisan, discount, kupon belanja.
3.    Public relation and publicity: berbagai program untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya. Aplikasi dari komponen ini adalah ikut serta atau mengadakan acara - acara tertentu yang sifatnya tidak murni profit orientes dengan instansi lain, misalkan dengan menggelar acara malam bakti sosial atau penggalangan dana.
4.  Personal Selling: Interaksi langsung dengan calon pembeli atau lebih untuk melakukan suatu presentasi, menjawab langsung dan menerima pesanan. Contohnya adalah Sales presentations, pertemuan / seminar penjualan. Intinya adalah dapat bertatap muka secara langsung atau melalui telepon.
5.   Direct marketing: penggunaan surat, telepon, faksimil, e-mail dan alat penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.

Penentuan Anggaran Promosi
Dalam pertimbangkan variabel promosi yang akan di pergunakan dalam perusahaan, kadangkala anggapan yang di pergunakan adalah bahwa dana promosi telah ada. Dalam kenyataannya, penentuan anggaran promosi justru di lakukan sebelum pemilihan bauran promosi.
Idealnya, anggaran promosi di tentukan dengan cara menghitung marginal revenue yang di peroleh dari tambahan setiap unit uang yang di keluarkan dalam bauran promosi. Selama marginal revenue yang di peroleh lebih besar dari marginal cost untuk promosi, maka penambahan dana promosi masih dapat di benarkan. Masalah utama dalam penerapan metode ini adalah pada penentuan marginal revenue itu sendiri. Perusahaan sangat jarang atau bahkan sulit mengetahui berapa banyak revenue yang di peroleh dari setiap tambhan dana yang di keluarkan untuk promosi. Oleh karena keterbatasan pada metode optimal ini maka perusahaan menggunakan alternatif lain yaitu.
Objective-task method
Penggunaan metode ini memerlukan serangkaian langkah yaitu : penentuan tujuan promosi, menentukan strategi atau bahkan gugus tugas yang di butuhkan untuk mencapai tujuan itu, dan menentukan jumlah pengeluarlan yang di butuhkan dalam implementasi strategi. Untuk melakukan justifikasi atas anggaran yang di tetapkan, manajer pemasaran harus menggunakan asumsi tertentu yang mampu menjelaskan tentang tujuan dan mengapa hal itu di lakukan.
Metode Presentase Penjualan
Satu cara yang dapat di tempuh dalam mengestimasi besarnya anggaran promosi adalah dengan menentukan presentase tertentu penjualan periode yang lalu atau perkiraan penjualan tahun yang datang. Metode presentase penjualan ini banyak di pergunakan karena beberapa alasan. Pertama, adalah sederhana dan mudah untuk di lakukan. Kedua, pengeluaran promosi akan bervariasi di antara berbagai merk produk. Ketiga, dengan menggunakan metode ini maka pengeluaran untuk promosi dapat di perkirakan sebelumnya.
Namun demikian, beberapa kelemahan mendasar yang melekat dalam metode presentase penjualan sebagai dasar penetapan anggaran promosi adalah :
· Sangat tidak logis mengkaitkan secara langsung prakiraan pengeluaran dengan data masa lalu. Ini berarti bahwa penjualan menentukan bauran promosi, demikian pula sebaliknya. Dengan kata lain, apabila penjualan masa lalu adalah nol maka perusahaan tudak perlu mengaggarkan sejumlah dana untuk promosi
· Penjualan tidak secara langsung menncerminkan profitabilitas. Produk dengan marjin keuntungan kecil kadangkala menghasilkan volume penjualan tinggi.
· Kalau anggaran di tetapkan berdasarkan prakiraan penjualan, ada kecendrungan manajer pemasaran menaikan angka prakiraan penjualan untuk menjamin bahwa tersediaanya dana promosi produk.
Competitive parity
Bentuk pendekatan lain yang dapat juga di pergunakan untuk menetapkan anggaran promosi adalah dengan mengimbangi anggarn pesaing. Metode ini di lakukan dengan cara menentukan anggaran promosi dari presentase penjualan dua atau tiga perusahaan pesaing. Walaupun cara seperti itu menunjukan pemikiran dalam menghadapi pesaing, tetapi tidak ada jaminan bahwa perusahaan akan memperoleh gambaran yang akurat tentang pesaing. Sangat mungki terjadi, dengan mengunakan presentase penjualan industri, perusahaan akan menggunakan kesalahan para pesaing sebagai dasar penentuan anggaran promosi perusahaan.
Metode arbitary
Banyak perusahaan tidak menggunakan proses perencanaan formal dalam menentukan besarnya anggaran promosi. Anggapan yang di anut adalah bahwa tidak ada kaitannya antara volume besarnya dana untuk promosi. Oleh karena itu, dasar yang di pergunakan untuk menentukan anggarn proosi adalah pada kemampuan perusahaan untuk menyediakan dana. Kelemahan cara macam ini adalah bahwa perusahaan tidak bisa mengkaitkan promosi dengan penjualan, yang berarti sulit untuk menilai kinerja bagian penjualan. Ketetapan justifikasi yang di lakukan manajer akan sangat menentukan keberhasilan promosi. 
             

     4. Jelaskan seberapa penting peranan budaya dalam pemasaran global? Dan bagaimana mengatasi etnosentris dalam multikulturalisme pemasaran global! 
     Jawab :
Pemasar internasional harus mengetahui pengaruh budaya dan harus menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapi akibat adanya aspek busaya ini. Hal ini karena setiap daerah dan batas wilayah memiliki budya yang berbeda-beda. Sehingga Dalam membuat produk, budaya merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi karakteristik produk tersebut.
Hal ini juga didasarkan pada perilaku pembelian dan kebutuhan konsumen didorong oleh norma-norma budaya. Latar belakang budaya juga mempengaruhi konsumen dalam mengolah informasi dan faktor yang memotivasi konsumen dalam melakukan pembelian. Perusahaan yang melakukan bisnis global berarti berhubungan dengan konsumen, mitra strategis, distributor dan pesaing dengan pola pikir budaya yang berbeda.
Contoh : Bagaimana Mc Donald menyesuaikan budaya makan di setiap-setiap negara sehingga, Mc Donald menyesuaikan menu yang ada di gerai-gerai mereka dengan budaya makan di negara tertentu.

Cara mengatasi etnosentris dalam multikulturalisme pemasaran global antara lain :

a.    Membuat produk yang lebih unggul namun tetap menyesuaikan dengan kebudayaan negara tersebut.

b.    Memberikan promosi dengan informasi yang mencerminkan bahwa produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang lebih baik dari produk yang lain dan tentunya harus disesuaikan dengan kebudayaan negara tempat memasarkan produk.


c.     Mendirikan usaha di negara lain dengan merekrut beberapa tenaga kerja dari negara tersebut agar masyarakat dari negara tersebut lebih tertarik untuk membeli produk karena masih ada campur tangan dari budayanya.


     5. Pemasaran online terdiri dari online marketplace (tokopedia, bukalapak dll), online retail (lazada, blibli dll) serta classified ads (kaskus, rumah123 dll). Jelaskan dengan singkat bagaimana masing-masing jenis tersebut dapat terkena pajak? 
      Jawab :
Pengenaan Pajak PPh dalam bisnis Online Marketplace
Proses Bisnis
1.      Jasa Penyediaan Tempat dan/atau Waktu
2.      Penjualan Barang dan/atau Jasa
Objek PPh
1.      Penghasilan dari jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media lain untuk penyampaian informasi
2.      Penghasilan dari penjualan barang dan/atau penyediaan jasa merupakan objek PPh
Subjek Pajak
1.      Orang pribadi atau badan yang memperoleh penghasilan dari jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media lain untuk penyampaian informasi.
2.      Orang pribadi atau badan yang memperoleh penghasilan dari penjualan barang dan/atau penyediaan jasa
Tarif Pajak
1.      Untuk Penyelenggara Online Marketplace sebagai penyedia jasa yang penghasilannya tidak dikenai pajak yang bersifat final, tarif PPh Pasal 17 diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak
2.      Untuk pihak Online Marketplace Merchant sebagai penjual barang atau penyedia jasa dalam Online Marketplace yang penghasilannya tidak dikenai pajak yang bersifat final, tarif PPh Pasal 17 diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak
Pemotongan PPh
1.      Apabila Online Marketplace Merchant sebagai pengguna jasa adalah Wajib Pajak Orang Pribadi atau Badan yang ditunjuk sebagai pemotong PPh, maka pengguna jasa tersebut wajib melakukan pemotongan PPh Pasal 23, Pasal 21, atau Pasal 26
2.      Apabila Pembeli barang atau pengguna jasa adalah Wajib Pajak Orang Pribadi atau Badan yang ditunjuk sebagai pemotong/pemungut PPh, maka Pembeli barang atau pengguna jasa tersebut wajib melakukan pemotongan/pemungutan PPh

Pengenaan Pajak PPN dalam bisnis Online Marketplace
Proses Bisnis
1.      Jasa Penyediaan Tempat dan/atau Waktu
2.      Penjualan Barang dan/atau Jasa
Objek PPN
1.      Penyerahan jasa penyediaan waktu dan/atau tempat dalam media lain
2.      Penyerahan BKP dan/atau JKP
Saat Terutang PPN
1.      Saat penyerahan, saat pembayaran, atau saat pemanfaatan
2.      Saat Pembayaran
DPP
1.      Penggantian, termasuk semua biaya yg diminta atau seharusnya diminta oleh Penyelenggara OM karena penyerahan JKP tersebut.
Contoh:
Penggantian, Monthly Fixed Fee, Rent Fee, Registration Fee, Fixed Fee, dan Subscription Fee.
2.      Harga Jual, Penggantian, dan/atau Nilai Ekspor, termasuk semua biaya yg diminta atau seharusnya diminta oleh OM Merchant karena penyerahan BKP dan/atau JKP tersebut.
Contoh:
Harga Jual, Penggantian, dan/atau Nilai Ekspor, biaya pengiriman, dan biaya asuransi.

Pengenaan Pajak PPh dalam bisnis Online Retail
Proses Bisnis
1.      Jasa Penyediaan Tempat dan/atau Waktu
Objek PPh
1.      Penghasilan dari penjualan barang dan/atau penyediaan jasa merupakan objek PPh
Subjek Pajak
1.      Orang pribadi atau badan yang memperoleh penghasilan dari penjualan barang dan/atau penyediaan jasa
Tarif Pajak
1.      Untuk pihak Penyelenggara Online Retail (sekaligus Merchant) sebagai penjual barang atau penyedia jasa yang penghasilannya tidak dikenai pajak yang bersifat final, tarif PPh Pasal 17
Pemotongan PPh
1.      Apabila Pembeli barang atau pengguna jasa adalah Wajib Pajak Orang Pribadi atau Badan yang ditunjuk sebagai pemotong/pemungut PPh, maka Pembeli barang atau pengguna jasa tersebut wajib melakukan pemotongan/pemungutan PPh

Pengenaan Pajak PPN dalam bisnis Online Retail
Proses Bisnis
1.      Penjualan Barang dan/atau Jasa
Objek PPN
1.      Penyerahan BKP dan/atau JKP
Saat Terutang PPN
1.      Saat penyerahan, atau saat pembayaran.
DPP
1.      Harga Jual, Penggantian, dan/atau Nilai Ekspor, termasuk semua biaya yg diminta atau seharusnya diminta oleh Penyelenggara OR karena penyerahan BKP dan/atau JKP tersebut.
Contoh:
Harga Jual, Penggantian, dan/atau Nilai Ekspor, biaya pengiriman, dan biaya asuransi.

Pengenaan Pajak PPh dalam bisnis Classified Ads
Proses Bisnis
1.      Jasa Penyediaan Tempat dan/atau Waktu
Objek PPh
1.      Penghasilan dari jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media lain untuk penyampaian informasi merupakan objek PPh yang wajib dilakukan pemotongan PPh Pasal 23, Pasal 21, atau Pasal 26
Subjek Pajak
1.      Orang pribadi atau badan yang memperoleh penghasilan dari jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media lain untuk penyampaian informasi
Tarif Pajak
1.      Untuk pihak Penyelenggara Classified Ads sebagai penyedia jasa yang penghasilannya tidak dikenai pajak yang bersifat final, tarif PPh Pasal 17 diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak
Pemotongan PPh
1.      Apabila Pengiklan sebagai pengguna jasa adalah Wajib Pajak Orang Pribadi atau Badan yang ditunjuk sebagai pemotong PPh, maka pengguna jasa tersebut wajib melakukan pemotongan PPh Pasal 23, Pasal 21, atau Pasal 26

Pengenaan Pajak PPN dalam bisnis Classified Ads
Proses Bisnis
1.      Jasa Penyediaan Tempat dan/atau Waktu  
Objek PPN
1.      Penyerahan jasa penyediaan waktu dan/atau tempat dalam media lain (termasuk kemungkinan jasa tersebut diserahkan secara cuma-cuma)
Saat Terutang PPN
1.      Saat penyerahan, saat pembayaran, atau saat pemanfaatan.
DPP
1.      Penggantian, termasuk semua biaya yg diminta atau seharusnya diminta oleh Penyelenggara CA karena penyerahan JKP tersebut.
Contoh:
Penggantian dan transaction fee. Dalam hal JKP tersebut diserahkan secara cuma-cuma, DPP-nya adalah Penggantian dikurangi laba kotor. 



        6. Bagaimana cara atau strategi marketing untuk UMKM yang baru berkembang ! (Penjelasan dengan contoh dan penerapan langsung atau dengan memberitahukan strategi tsb pada bisnis real UMKM akan mendapat poin penuh
 Jawab:



Nama Usaha : KOKMASIHNGEDOT
Didirikan di Bandung pada tanggal 20 Juli 2015
Tempat usaha DOT PlayGarden at PVJ, Bandung

Produk
Susu DOT creamy banana, juicy strawberry, classic vanilla, swiss chocolate, frosty chocomint, hahahazelnut, greeny green tea, mily thai tea, dan coffee avocado.




Produk DOT Susu

 
Strategi marketing dalam melakukan penjualan produk susu DOT pada usaha KOKMASIHNGEDOT jika menggunakan bauran promosi agar meningkatkan jumlah penjualan produk, yaitu dengan cara :

Advertising :
Dengan adanya social media memudahkan seorang yang membuka sebuah usaha untuk memasarkan produknya ke masyarakat, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, maupun social media lainnya. Menurut analisis saya media promosi yang digunakan bisnis usaha KOKMASIHNGEDOT menggunakan social media Instagram dan Facebook dimana pemilik usaha dapat memasarkan produk dengan mengepost foto-foto produknya dan memberikan label harga di caption foto tersebut sehingga memudahkan konsumen untuk mengetahui produk tersebut. Kemudian di akun social media tersebut bisa dimunculkan juga berbagai komentar dari pembeli untuk menambah daya promosi sehingga dapat menarik konsumen baru yang akan mencoba produk KOKMASIHNGEDOT itu sendiri.
2


 Akun Instagram @KOKMASIHNGEDOT
           Sales Promotion
    Pada faktor sales promotion yang digunakan KOKMASIHNGEDOT ini menggunakan booth/tenant yang tersebar di berbagai mall yang ada di Bandung dan sekitaran Jabodetabek. Konsep booth yang dipakai menggunakan dekorasi yang unik dengan adanya logo botol dot yang membuat penasaran para konsumen untuk mampir ke booth dan disini peran penjual dalam melakukan promosi pun menggunakan konsep seperti anak bayi yang lagi ngedot dengan memakai celemek yang mirip digunakan anak bayi ketika masih ngedot. Darisinilah yang membuat konsumen tertarik membeli susu dalam botol DOT tersebut, hal ini ditunjang dengan tagline promosi “Drink Like Old Times”yang berarti kita yang sudah dewasa bisa kembali menikmati minum susu dengan menggunakan Botol DOT seakan-akan flashback ke masa saat kita masih bayi.

Public relation and publicity:
KOKMASIHNGEDOT dalam memasarkan dan mengenalkan produk minuman susu dalam DOT sering mengikuti acara pameran-pameran kuliner seperti Tropical Beast yang diadakan di Trans Studio Bandung, dan Broadway market di Grand Indonesia. Sehingga dalam pameran tersebut dapat langsung mengenalkan produk tersebut sekaligus melakukan penjualan langsung ke pelanggan.
Booth/Tenant KOKMASIHNGEDOT


Personal Selling:
Personal selling dapat dilakukan juga ketika membuka booth di pameran, dengan melakukan persentasi pruduk tersebut. 


Direct marketing:
Direct Marketing yang dilakukan KOKMASIHNGEDOT yaitu dengan adanya contact person yang berupa email dan akun LINE, sehingga memudahkan pelanggan ketika melakukan pemesanan atau bertanya mengenai produk susu dalam DOT tersebut.


Akhir kata
"Finally I can drink milk like big baby boy"




0 komentar:

Posting Komentar

Visitors

Banner