Puasa yang Penuh Cobaan
Marhaban Ya Ramadhan...
Nggak terasa banget puasa udah datang cepat banget di depan mulut gue. Rasanya bulan ini auranya masih aura kasih 17 Agustusan. Terpaksa berbagai deadline lomba di kampung gue ditiadakan. Padahal gue kepengen banget ikut satu lomba yang menurut gue lomba itu paling ekstrem karena membutuhkan tenaga mulut yang ekstra besar dan jika salah strategi bisa bikin bibir bengkak yaitu lomba mengambil koin dari semangka yang dilumuri oli. Sejak dulu ikut lomba itu mulai dari kelas 3 SD, gue baru sadar kalau bibir gue udah nggak virgin gara-gara ciuman sama semangka yang rasanya basah-basah menjijikkan.
Puasa kali ini gue bener-bener nggak bisa apa-apa, udah nggak bisa pacaran di siang bolong, juga nggak bisa makan dan minum. (Yaeyalah namanya juga puasa)
Jadi kerjaan gue mulai abis sahur cuman Tidur, Tidur, dan Tidur sampai ngalahin malesnya kebo. Kemarin waktu puasa hari pertama gue lihat acara tipi sempat bikin mata gue belekan. Why Not, baru nyalain tipi langsung mata gue disuguhi pemandangan makanan di acara Kuliner. Seketika mulut gue jadi horny sampai keluar air liur dan badan gue orgasme terutama perut gue langsung keroncongan. Gue jadi bingung sama kata-kata kalau di bulan puasa semua setan dan keturunannya mulai dari bapaknya setan, neneknya setan, cucunya setan, buyutnya setan, dsb itu bakalan di kurung jadi narapidana biar nggak menggoda manusia tapi kok masih ada godaannya, mungkin ada satu setan yang kabur atau kurungannya udah nggak muat?
"OK I DON'T KNOW"
Lagi enak-enaknya tidur setelah dapat godaan iman dari acara Kuliner kemudian hidung gue mencium bau makanan busuk yang lebih busuk dari kentut gue, dalam keadaan mata gue masih menguap terus lalu gue lihat kamar gue menjadi dua (Akibat mata minus n' nggak pake kacamata) dan ada banyak asap di kamar gue.
"OH MY GOD KAMAR GUE KEBAKARAN!!!", teriak gue dalam hati.
Mulut mau teriak tapi rasanya kaya kesumpel kaos kaki ketika gue lihat ada makhluk aneh berwarna orange, pake masker asap, terus bawa bazoka mirip banget seperti Alien di film War of The World. Gue panik abiz takut kalau itu alien manginvasi bumi lewat serangan petir yg notabene sebenernya adalah “bibit” makhluk/robot aliens yg dimasukin ke bumi kemudian menculik gue. Ketakutan gue tambah parah sampai mau pipis di celana (Hah, nggak segitunya kale?) ketika itu Alien Orange menghampiri gue dan bilang "Maaf mas rumah ini sedang di Fogging?"
Ya ampun gue salah besar udah mengkira dan ngatain orang lagi fogging seperti Alien... Continue Reading...
Kamis, Agustus 27, 2009 | Label: Aktifitas, Curahan Hati, Fenomena, Lingkungan | 0 Comments
Ampun!!! Gue nggak mau kena Global Warming
Cuaca hari-hari ini memang aneh banget terkadang waktu gue berangkat sekolah dinginnya minta ampun, kemudian siang harinya panas banget, dan malam harinya pasti hujan. Kalau dah kaya gini badan mana yang kuat disiksa sama kondisi yang berubah-ubah, dan akhirnya hidung gue mampet kaya disumpet sama katom. Udah gue nafas pake mulut dan kalau malem ingus gue keluar terus gimana nggak tersiksanya gue. Tanpa gue sadari virus yang gue bawa di sekolah telah menyebar ke temen gue sekelas, betapa bangganya gue bisa menularkan virus ke temen-temen gue dan untungnya gue nggak dipasung sama anak sekelas di gudang gara-gara nularin virus itu.
Siangnya gue kira nggak bakalan hujan karena cuaca panas banget, langsung aja gue pergi main ke rumah temen. Sore harinya waktu gue mau pulang nggak ada angin dan nggak ada kentut tiba-tiba langit mendung dan petir bunyinya bikin kuping gue kaget. "Waduh gue harus cepet-cepetan pulang nie, kalau nggak mau kena hujan dan petir bisa-bisa gue kaya ponari lagi!", pikir gue takut banget waktu itu. Mendung waktu itu gelap banget kaya mau kiamat. Baru beberapa meter hujan udah turun dan tetesan hujannya gede banget sampai bikin kepala gue pusing banget. Gila banget hujannya kaya hujan es, coba bayangkan kalau yang hujan es balok yang gede banget kaya di film The Day After Tomorrow bisa-bisa kepala gue bocor dan pastinya Rumah Sakit bakalan sibuk gara-gara banyak kepala yang bocor akibat hujan es balok.
Ketika udah sampai dirumah gue puter film The Day After Tomorrow dan termenung kaya orang kesambet soal kejadian yang gue alami tadi, coba kalau bumi ini kaya di film tersebut apa gue kuat hidup di suhu -15 derajat celcius. Gue aja baru mandi malem-malem dan kena air yang dinginnya minta ampun di kamar mandi ingus gue udah keluar, apalagi hidup kembali ke jaman es bisa-bisa hidung gue mati rasa. Menurut teori gue yang bisa dibilang sangat gila mengenai global warming terjadi karena penggunaaan minyak bumi. Menurut gue "Global Warming terjadi jika minyak bumi di dalam tanah banyak yang di eksploitasi dan tanah mungkin akan ambles karena minyak bumi di ambil dan minyak bumi tersebut menjadi bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor akibat dari asap kendaraan bermotor tersebutlah yang dapat membuat lapisan ozon menipis bahkan hilang sehingga dapat melelehkan es di kutub yang dapat mengakibatkan iar laut meningkat, jika daratan ambles dan air laut meningkat daratan akan hilang". Dari teori yang gue buat itu dapat gue simpulkan sendiri, gue nggak mau pulau yang gue tempati sekarang hilang kaya benua atlantis. Betapa merindingnya gue jika kejadian itu terjadi, mungkin jika gue jadi presiden tahun 2055 gue kepengen semua aktifitas nggak boleh pakai kendaraan bermotor, dan lebih efektif pakai sepeda dan jalan kaki. (ngimpi kale gue?)
Asyik-asyiknya gue liat itu film tiba-tiba listrik mati, jadi kota gue ikut program "Earth Hour, Satu Jam Matikan Lampu". Walaupun gue harus gelap-gelapan gue waktu itu sangat bangga karena ada yang peduli sama bumi ini. Tapi gue lihat ada yang aneh karena baru 15menit lampu udah nyala lagi. "Sialan, nie PLN niat ikut program Satu Jam Matikan Lampu apa nggak sih?", tanya gue. Lumayan listrik udah nyala gue langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi, baru aja gue keramas lampu mati lagi. "AHHHH TIDAKKK LAMPU MATI LAGI DAN MATA GUE PERIH BEGO!!!!!!", teriak gue nggak tahu siapa yang gue marahin waktu itu. Continue Reading...
Kamis, April 02, 2009 | Label: Lingkungan | 3 Comments
Cara mengurangi Global Warming
Ada bermacam cara memperlambat dampak pemanasan global, cara-cara tersebut umumnya mudah dan sederhana. Tetapi kurang dilakukan secara serius oleh kebanyakan orang. Padahal pemanasan global adalah masalah yang serius. Suhu Bumi yang terus meningkat akan berefek panjangnya musim kering atau kemarau. Mencairnya gunungan es di kutub. Naiknya permukaan air laut. Dan sulitnya mencari sumber mata air. Kalau sudah begitu siapa coba yang tanggung jawab? Berhubung Masih belum terlalu parah efeknya, mari kita lakukan 14 langkah perubahan menuju hidup yang lebih baik, berkualitas dan ramah lingkungan.
1. Batasi Penggunanaan kertas
Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.
2. Ganti bola lampu
Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis.
3. Hindari Screen Saver
Shut down Komputer anda jika tidak akan digunakan dalam jangka lama, atau jika anda terpaksa meninggalkan komputer dalam keadaan menyala, matikan screen saver. Mengaktifkan screen saver akan memakan energi dan mengeluarkan emisi Co2. Jadi matikan screen saver anda sekarang!
4. Periksa tekanan ban
Setiap anda ingin bepergian janagn lupa memeriksa tekanan ban kendaraan anda. ban yang kurang angin akan memperlambat laju kendaraan dan akhirnya akan membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak.
5. Buka jendela lebar-lebar
Di Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan. Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat mengkonsumsi energi.
6. Gunakan pupuk organik
Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah pula.
7. Tanamlah rumpun bambu
Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.
8. Naik kendaraan umum
Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14 % emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca, karena dalam satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan orang, dan itu sangat hemat energi. Dibandingkan dengan kendaraan pribadi sperti sedan yang hanya mengangkut maksimal empat orang.
9. Kurangi makan daging sapi
Betul, kurangi dari sekarang memakan daging sapi. Selain megandung kalori y ang tinggi. Daging sapi juga menyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup signifikan. Setiap kilogaram daging sapi yang kita makan, setara dengan menyalakan bola lampu 20 watt selama 20 hari.
10. Jangan pakai kantong plastik
Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undang-undangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat unutk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.
Efek Gas rumah kaca yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka beralihlah ke kantong kain, misal dari kain serat alami.
11. Membeli produk lokal
Produk lokal tentu tidak memerlukan jalur distribusi yang panjang dan membutuhkan banyak bahan bakar. Ini berarti mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan mobil-mobil pengangkutnya. Kemudian belilah produk sayuran atau buah-buahan sesuai musimnya. Ini akan menghemat biaya transportasi dan menghindari harga jual yang mahal.
12. Hidup efisien
Apapun aktifitas manusia di bumi akan berdampak pada bumi yang kita diami ini. Pola komsumsi energi, pola lingkungan dan sebagainya. Hiduplah seefisien mungkin, gunakan sedikit energi, komsumsilah sedikit makanan, tinggalkan pola hidup konsumtif, ramah terhadap lingkungan, sedikit bicara lebih banyak berpikir, dan sebagainya.
13. Mengemudi cerdas
Hindari perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong jalan lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan pribadi. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak mengkonsumsi energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap keluar sementara bahan bahan bakar terpakai.
14. Pakai baju bekas
Sekarang bukan jamannya gengsi, toh kita mati tidak membawa gengsi. Tak perlu malu memakai baju bekas atau baju warisan orang tua. Dengan mengurangi membeli pakaian baru maka anda membantu mengurangi pemakaian listrik di pabrik pakaian.
Apalagi banyak bahan kain sintetis yang mengandung minyak bumi. Bahkan katun yang berasal dari kapas ternyata mengandung pestisida.
Continue Reading...
Selasa, Januari 27, 2009 | Label: Lingkungan | 2 Comments
Perubahan Iklim Dapat Memusnahkan Kehidupan di Bumi
Menurut laporan PBB, 9 dari 10 bencana yang terjadi dalam beberapa tahun ini adalah akibat dari perubahan iklim. Bencana banjir merupakan bencana yang paling banyak terjadi dan menewaskan ribuan orang dari berbagai negara setiap tahun. Bencana banjir, terjadi karena curah hujan ekstrem akibat gangguan cuaca. Selain banjir, masih ada bencana lain seperti gelombang panas yang menyebabkan kekeringan, kenaikan permukaan laut, kelangkaan pangan, kelangkaan air bersih, gelombang pengungsi, gempa bumi, lumpur lapindo, angin topan, kepunahan spesies, penyebaran penyakit, dan sebagainya.
Tetapi, di luar dari berbagai bencana di atas, pemanasan global juga membawa satu potensi bencana besar bagi planet kita. Tahukah Anda, di bawah lapisan es Kutub Utara tersimpan karbon dan metana dalam jumlah besar? Planet bumi menyimpan metana beku dalam jumlah yang sangat besar yang disebut dengan methane hydrates atau methane clathrates. Metana beku banyak ditemukan di kutub utara dan kutub selatan, dimana suhu permukaan air kurang dari 0 derajat Celcius, atau dasar laut pada kedalaman lebih dari 300 meter, dimana temperatur air ada di kisaran 20 Celcius. Bila es mencair, maka kedua gas rumah kaca ini akan dilepaskan ke atmosfer. Jumlahnya tidak main-main! Lapisan es Kutub Utara mengandung 2 kali lipat jumlah karbon yang ada di atmosfer. Penelitian dua puluh lebih ilmuwan lingkungan yang dikepalai oleh Profesor Ted Schuur dari University of Florida yang dimuat dalam jurnal Bioscience edisi September 2008 menunjukkan bahwa 1.672 miliar metrik ton karbon terkurung di bawah lapisan es dan jumlah ini dua kali lipat dari 780 miliar ton karbon yang ada di atmosfer saat ini.
Ancaman serius juga berasal dari endapan hidrat metana yang tersimpan di dasar laut. Endapan ini terdapat di seluruh pinggir benua dan terlepas bila laut menjadi panas. Dengan hilangnya lapisan es yang mengakibatkan 90% panas matahari langsung masuk ke dalam lautan, endapan metana ini bisa terlepas dari dasar laut.
Belum lama ini di bulan September 2008 para ilmuwan Arktik menemukan bukti nyata bahwa jutaan ton metana ini mulai terlepas dari dasar laut Arktik.14 Mereka menemukan sejumlah area yang berbuih di lautan karena gas metana meruap dari dasar laut. Tak berapa lama kemudian ditemukan kembali ratusan gelembung metana yang meruap dari dasar laut di daerah Svalbard di Arktik.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa metana yang terlepas dalam jumlah besar dari dasar laut memanaskan Bumi hingga 7ÂșC 55 juta tahun yang lalu dan menyebabkan kepunahan masal serta terganggunya iklim Bumi selama 100.000 tahun, menurut ketua peneliti Gavin Schmidt dari NASA.10 Jauh sebelum itu, kehidupan di Bumi pun pernah punah akibat ledakan gas metana dari dasar laut 251 juta tahun lalu.11 Menurut Dr. Gregory Ryskin, asosiat profesor teknik kimia dari Northwestern University, gas metana yang terlepas secara tiba-tiba dari dasar lautan menjadi penyebab utama kepunahan sebagian besar kehidupan laut dan spesies darat pada akhir era Permian, jauh sebelum dinosaurus ada. Dr. Ryskin menghitung 10.000 gigaton gas metana (1 Gigaton = 1 miliar ton) terkumpul dalam air di dasar lautan dalam tekanan tinggi. Ledakan gas metana memiliki daya ledak 10.000 kali lebih kuat daripada ledakan seluruh senjata nuklir di dunia. Banjir lautan api raksasa dari laut itulah yang menyebabkan kepunahan masal saat itu, kira-kira 95% spesies laut dan 70% spesies daratan. Selanjutnya, beliau menyebutkan, bila itu pernah terjadi, itu bisa terjadi lagi.
Seberapa cepatkah itu bisa terjadi? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim dramatis hanya dalam waktu 1 tahun pernah terjadi dalam sejarah Bumi.12 Tiga belas ribu tahun yang lalu, Eropa tidak jauh berbeda dengan kondisi sekarang, hanya saja lebih hangat dan banyak ditutupi oleh hutan. Namun, tiba-tiba saja, terjadi perubahan. Arus Teluk hangat yang membawa panas dari ekuator ke kutub berhenti mengalir. Suhu udara turun drastis 3 hingga 4 derajat Celcius, dan bertahan seperti itu selama seribu tahun. Para ilmuwan yang dikepalai oleh Achim Brauer dari German Research Center for Geoscience di Postdam, Jerman, menyebutkan periode perubahan iklim drastis itu yang bernama Younger Dryas terjadi hanya dalam waktu satu tahun, kurang lebih 12.679 tahun lalu, berdasar atas penelitian pada lapisan sedimen yang terjaga baik di sebuah danau terpencil di Jerman. Penelitian menunjukkan air dingin yang mengalir dari gletser yang mencair memperlemah aliran Arus Teluk yang hangat. Akibatnya berakhirlah angin hangat yang sebelumnya bertiup melintasi Eropa. Tanpa angin yang hangat ini, suhu udara dengan cepat turun 3 hingga 4 derajat Celcius, dan membekukan benua yang sebelumnya ditutupi hutan selama ribuan tahun berikutnya. Daniel Sigman dari Princeton University menyebutkan bahwa ”Periode Younger Dryas terus mengejutkan kami karena memberikan pesan betapa cepatnya perubahan iklim bisa terjadi.
PBB sendiri juga telah menyebutkan bahwa mencairnya lapisan es merupakan “kartu liar” yang secara dramatis bisa memperparah pemanasan global dengan melepaskan gas rumah kaca secara besar-besaran.13 Dalam laporan UNEP Year Book 2008, disebutkan bahwa, “…Kita mungkin akan mencapai ambang batas yang sulit untuk diprediksikan secara tepat, tetapi melewati ambang batas itu bisa membawa akibat serius secara global. Metana yang terlepas secara besar-besaran ke dalam atmosfer, yang berasal dari lapisan es yang mencair dan endapan methana hidrat di laut, akan membawa perubahan tak terduga dalam pola iklim yang mungkin tidak dapat diubah. Kita tidak boleh melewati ambang batas ini. Pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia harus diatasi untuk membantu kita menghindari akibat semacam ini sepenuhnya.
Metana beku juga ditemukan di danau-danau yang dalam, seperti Danau Baikal di Siberia. Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca 72 kali lebih ganas dari karbondioksida (CO2), yang berarti gas ini kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung. Berita buruknya adalah pemanasan global membuat suhu es di kutub utara dan kutub selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 1.500 miliar ton metana beku, dan gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfer seiring dengan semakin banyaknya bagian-bagian es di antartika yang runtuh. Anda bisa membayangkan betapa mengerikannya keadaan ini: Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan esnya, maka 1.500 miliar ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfer! Ini belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karena makin panasnya suhu lautan akibat pemanasan global.
Sekali terpicu, siklus ini akan menghasilkan pemanasan global yang sangat parah sehingga mungkin dapat disetarakan dengan kiamat! Apakah ini fantasi yang dibuat-buat oleh aktifis lingkungan dan ilmuwan-ilmuwan paranoid? Sayangnya tidak. Bukti-bukti geologi yang kuat menyatakan sedikitnya sudah dua kali planet kita mengalami kejadian ini. Para ahli geologi menemukan bahwa malapetaka besar ini pernah terjadi kurang lebih 55 juta tahun lalu yang disebut oleh para ilmuwan sebagai Paleocene-Eocene Thermal Maximum (PETM). Saat itu semburan metana naik ke permukaan sehingga mengakibatkan pemanasan planet dengan sangat cepat dan menyebabkan kematian massal, kemudian mengganggu keadaan iklim bumi.
Mencairnya Es Abadi di Siberia: Krisis Iklim Global yang Kian Mengkhawatirkan
Daerah barat Siberia memiliki daerah kolam berlumpur seluas Perancis dan Jerman yang beku oleh es abadi. Daerah ini mengandung tidak kurang dari 70 miliar ton metana beku di dalamnya!
Peneliti Sergei Kirpotin dari Tomsk State University di Siberia dan Judith Marquand dari Universitas Oxford pada tahun 2005 melaporkan bahwa satu juta kilometer persegi es abadi di sana telah mulai mencair. Sebuah studi yang dipublikasikan pada majalah Nature edisi ke-7 yang ditulis oleh Katey Walter dari University of Alaska dan Jeff Chanton dari Florida State University melaporkan bahwa kecepatan proses terlepasnya metana ke udara karena mencairnya es di Siberia ini mencapai lima kali lebih cepat dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya.
Sebagaimana kita ketahui, metana memiliki emisi gas rumah kaca 72 kali lebih buruk dari CO2. Lebih banyak metana yang terlepas ke atmosfer berarti makin parah pula pemanasan global yang kita alami. Sudah saatnya kita sebagai penduduk dunia untuk melakukan tindakan nyata untuk menghentikan semua proses yang mengarah pada kehancuran ini.
Continue Reading...
Sabtu, Januari 03, 2009 | Label: Fenomena, Lingkungan, Love Story | 0 Comments
RenunganKu terhadap LingkunganKu
Tadi merupakan hari yang paling capek, dan paling nyebelin yang pernah gue alami. Sudah tadi ada pelajaran Bahasa Inggris lagi!!! ( pelajaran yang paling ngebosenin!) pokoknya tadi itu pelajaran yang paling bikin otak gue kerja 5X lipat karena semuanya hafalan, hafalan, dan hafalan!!!
Waktu bel pulang sekolah berbunyi, teman2 gue seh enak bisa langsung pulang. Tapi gue harus ada rapat OSIS dan pengarahan dari Pak Prawoto. ( waduh2 gini jadinya anak yang sok sibuk kaya gue? hehehehe....) yach pada saat itu gue bingung banget! Gue diantara 2 pilihan rapat dan gue harus pilih yang mana??
kemudian gue putuskan untuk ikut pengarahan dari Pak Prauw ja? dan semoga ada manfaatnya. Daripada ikut rapat OSIS palingan bahas kemah bakti doang? Ternyata benar juga feeling gue, dalam pengarahan tersebut gue dapet banyak motivasi dan inspirasi pada saat itu
.
Tepat pukul 14.30 WIB akhirnya gue pulang juga. Dengan keadaan perut laper langsung aja gue ambil sepeda gue. Pada saat pulang itu gue bertanya2 kenapa ya kok harus diciptakan kendaraan bermotor?
padahal itu semua dapat membuat polusi di lingkungan aja! Pada saat itu gue teringat waktu gue di Jakarta. Bayangkan saja di Jakarta di siang hari pasti banyak kendaraan bermotor yang beraktifitas. Tapi setelah gue lihat2 di malam hari masih juga kendaraan bermotor. Jadi hampir 24 Jam bumi ini terkena polusi. Apalagi jika 24 Jam dilakukan selama setahun? wah nggak bisa gue bayangin deh?
Waktu sudah sampai dirumah, gue masih terbayang2 sebenarnya apa seh kegunaan kendaraan bermotor! Padahal menurut gue itu malah membuat kita bermalas-malasan untuk mengeluarkan keringat. Dan pada saat itu pula gue pun teringat dengan film yang diputerin oleh Pak Prauw sewaktu di Lab. Komputer akan betapa menakutkannya akibat yang ditimbulkan oleh Global Warmming. Di film tersebut menceritakan akan langkanya air minum padahal di era kita sekarang ini banyak sekali yang boros akan air. Dan demi mendapatkan udara dan air bersih harus membayar sejumlah pajak. Astagfirullah...
Kemarin di sejumlah kota suhu di wilayahnya menjadi panas. Apakah itu pertanda bahwa Global Warmming? Emang benar juga seh, jika kita melindungi lingkungan maka lingkungan tersebut akan melindungi kita, tapi jika kita merusak lingkungan tersebut kita akan mendapatkan banyak bencana alam.
STOP GLOBALWARMING TODAY!!!!
Continue Reading...
Rabu, November 12, 2008 | Label: Lingkungan | 2 Comments
Ngobrol Yuk
Twitter Feeds
Sahabat Blogger
Agito-chan
Aiishi
Avie
Akane
Alfi
Alanna
Aluna
Amdee
Anin-maru
Anisa
Awgku
..::B::..
Bagas-IS-
Boot
..::C::..
cal
cesie
cia
Chita
..::D::..
Deta
Dee
Devy
Dhila
Dita
di2te
Dyan
..::E::..
..::F::..
fully saiia
Farrah
Fauzy
Flo
..::G::..
Gita
..::H::..
Hendy
..::I::..
Ifoel
Ilma
Imaniar
..::J::..
Janice
Jeanne
..::K::..
K2h
..::L::..
Lisa
Lucky Maya
Lynn
..::M::..
Maika
Maria
Maya
Melisa
Mr. Prauw
MyBand
..::N::..
Natan
Ninda
Nindy
Novy
..::O::..
..::P::..
Phewe
Pink
Pekik
Priska
..::Q::..
..::R::..
ratna
resita
Reena
Rizky Dahlan
Ryanpp
..::S::..
Sarah
Sarahsita
Sandy
Saru
Sino
..::T::..
Tiche
..::U::..
..::V::..
Vinny
..::W::..
Wahyu
Wahyu30
..::X::..
..::Y::..
Yoyok
Yuel
..::Z::..


